Regenerasi Kepengurusan dan Pembinaan Atlet
Rakerprov PTMSI DKI Jakarta 2026 Siapkan Musprov dan Target Pertahankan Prestasi PON
Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026 di Aula Pertemuan Kantor KONI DKI Jakarta lantai 4, Sabtu (29/8/2026). Poster: Redaksi
SIGAPNEWS | JAKARTA - Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) DKI Jakarta menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) 2026 di Aula Pertemuan Kantor KONI DKI Jakarta lantai 4, Sabtu (29/8/2026). Rakerprov ini menjadi momentum untuk mempersiapkan Musyawarah Provinsi (Musprov) sekaligus memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet tenis meja di Ibu Kota.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan Pengurus Kota (Pengkot) PTMSI dari lima kota administrasi dan satu kabupaten administrasi di DKI Jakarta serta jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI DKI Jakarta.
Rakerprov tersebut mengagendakan persiapan penyelenggaraan Musprov PTMSI DKI Jakarta yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026. Masa kepengurusan Pengprov PTMSI DKI Jakarta saat ini akan berakhir pada Desember 2026.
Ketua Umum PTMSI DKI Jakarta RBJ Bangkit, S.H., M.H., mengatakan Musprov tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusan tetapi juga harus diarahkan untuk menjaga kesinambungan prestasi atlet tenis meja DKI Jakarta.
"Dalam penyelenggaraan Musprov akhir tahun ini, memilih pengurus yang baru dan fokus bersama dalam mempertahankan prestasi atlet tenis meja DKI Jakarta. Setelah 10 tahun, kita berhasil sebagai juara umum cabang tenis meja di gelaran PON terakhir ini," jelas RBJ Bangkit.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pijakan bagi kepengurusan berikutnya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi tenis meja DKI Jakarta di berbagai ajang nasional.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PTMSI Peter Layardi Lay menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini sebagai bagian dari strategi regenerasi.
"PB PTMSI juga fokus dalam mencari bibit-bibit atlet tenis meja hingga tingkat sekolah. Pengprov PTMSI DKI Jakarta harus segera berinisiatif untuk mengadakan Kejurprov tingkat umur dari sekolah-sekolah yang ada di wilayah DKI Jakarta," tegas Peter.
Menurut Peter, pembinaan berbasis sekolah dapat menjadi salah satu sumber utama dalam menemukan dan mengembangkan calon atlet tenis meja berprestasi.
Sejalan dengan hal tersebut, Pengurus PB PTMSI Bidang Organisasi H. M. Ied, S.E., M.M., mendorong Pengkot PTMSI di seluruh wilayah DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan pendidikan dan olahraga.
"Pengkot PTMSI di setiap kota dapat segera bertemu dan berkoordinasi ke Sudindik dan Sudinpora. Lalu dilanjutkan juga pelatihan bersertifikasi tentang tenis meja kepada guru-guru PJOK di sekolah-sekolah," ujar H. M. Ied.
Menurutnya, keterlibatan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK) menjadi bagian penting dalam membangun sistem pembinaan atlet dari lingkungan sekolah.
"Tujuannya agar prestasi yang diharapkan dapat muncul sebagai wujud regenerasi dari sekolah-sekolah, bersumber dari guru PJOK yang sudah punya kemampuan dan kecakapan di bidang cabang olahraga tenis meja," imbuhnya.
Rakerprov PTMSI DKI Jakarta 2026 diharapkan menghasilkan langkah konkret untuk menyukseskan Musprov sekaligus memperkuat sistem pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Selain memastikan proses regenerasi kepengurusan berjalan baik, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi jajaran PTMSI DKI Jakarta untuk mempertahankan prestasi tenis meja DKI Jakarta di tingkat nasional.
Dengan berakhirnya masa kepengurusan pada Desember 2026, persiapan Musprov menjadi agenda strategis untuk memastikan keberlanjutan organisasi sekaligus menyusun arah pembinaan tenis meja DKI Jakarta pada periode berikutnya. (MRS/TJN)
Editor :Tri Joko
Source : PTMSI DKI Jakarta