LDII, Pesantren, dan Tokoh Lingkungan Bersinergi Gelar Pelatihan JULEHA di Masjid Assyuhada
Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah, edukasi mengenai tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat terus digencarkan di tengah masyarakat.
JAKARTA NEWS | Tangerang - Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah, edukasi mengenai tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat terus digencarkan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui Menjelang pelaksanaan Idul Adha 1447 Hijriah, edukasi mengenai tata cara penyembelihan hewan qurban sesuai syariat terus digencarkan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti pengurus lingkungan, tokoh masyarakat, serta calon panitia qurban. Hadir pula perwakilan dari LDII, pengasuh pondok pesantren, dan unsur kewilayahan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelaksanaan ibadah qurban di lingkungan masyarakat.
Turut hadir Ketua PC LDII setempat, Ustadz Ngadiyono, pengasuh Pondok Pesantren Budi Mulia, H. Oshim, serta Ketua RT 05/06, H. Abdul Koyum.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai fiqih qurban, teknik penyembelihan sesuai syariat, penggunaan alat yang memenuhi standar, hingga tata kelola penanganan daging agar tetap higienis dan halal.
Ustadz Ngadiyono menegaskan bahwa pelatihan JULEHA bukan sekadar pembelajaran teknis, tetapi bagian dari upaya menjaga kemurnian ibadah qurban di tengah masyarakat.
“Qurban adalah ibadah yang memiliki tuntunan jelas. Karena itu panitia harus memahami ilmu, tata cara, dan adab dalam penyembelihan agar ibadah yang dijalankan benar-benar sah serta membawa keberkahan,” ujarnya.
Senada dengan itu, H. Oshim menyampaikan bahwa keterlibatan pesantren dan elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya standar halal dalam proses penyembelihan.
Menurut dia, nilai ihsan dalam memperlakukan hewan dan ketelitian dalam proses penyembelihan merupakan bagian dari syiar Islam yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
Sementara itu, H. Abdul Koyum menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberi manfaat langsung bagi warga, khususnya menjelang pelaksanaan qurban.
“Kami berharap melalui pelatihan ini, panitia qurban di lingkungan RT dapat bekerja lebih tertib, memahami syariat, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Masjid Assyuhada diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat edukasi umat dalam menghadirkan pelaksanaan qurban yang profesional, transparan, dan sesuai tuntunan agama.
Editor :Tri Joko
Source : Redaksi