Harga Avtur Naik, Biaya Haji 2026 Diprediksi Melonjak Hingga 25 Persen
Farid Aljawi: Dampak Perang Iran, Ongkos Haji Asia Tenggara Berpotensi Melonjak
Farid Aljawi, Ketua Asosiasi Travel HajI and Umrah indonesia "Bershatu". Foto: Istimewa
SIGAPNEWS | Jakarta/Kuala Lumpur - Konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada sektor perjalanan religi global, khususnya ibadah haji dan umrah. Lonjakan harga bahan bakar serta ketidakpastian geopolitik memicu kekhawatiran meningkatnya biaya perjalanan ke Arab Saudi bagi jutaan umat Muslim di Asia Tenggara.
Dilansir dari The Business Times (10/4/2026), kenaikan harga avtur, pelemahan nilai tukar mata uang, serta meningkatnya ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan biaya operasional di sektor penerbangan dan perjalanan. Kondisi ini turut memberikan tekanan signifikan terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ketua Asosiasi Travel HajI and Umrah indonesia "Bershatu", Farid Aljawi memperkirakan biaya operasional haji tahun ini meningkat sekitar 25 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami melihat adanya kenaikan biaya operasional hingga sekitar 25 persen tahun ini, yang dipicu oleh mahalnya bahan bakar pesawat, pelemahan rupiah, serta meningkatnya biaya layanan di Arab Saudi,” ujarnya.
Meski menghadapi tekanan biaya, penyelenggaraan perjalanan haji tahun ini tetap berjalan sesuai jadwal. Operator perjalanan dan maskapai penerbangan menyatakan bahwa arus keberangkatan jamaah terus meningkat menjelang puncak ibadah pada akhir Mei.
Pemerintah Arab Saudi diperkirakan akan menerima lebih dari dua juta jamaah dari berbagai negara mulai akhir April. Angka ini menjadi ujian besar lainnya bagi penyelenggaraan haji, setelah sebelumnya sempat dibatasi secara ketat selama pandemi Covid-19.
Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak dunia, pemerintah serta maskapai penerbangan tetap berkomitmen memastikan pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar. Berbagai langkah antisipasi dan skenario darurat juga telah disiapkan guna mengatasi potensi gangguan di lapangan. (TJ)
Editor :Tri Joko
Source : The Business Times