60 Pengurus DPN PRO RI Resmi Dilantik oleh Ketua Umum PRI
PRO RI Siapkan Peradaban Robotika 38 Provinsi di Indonesia
Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Nasional PRO RI oleh Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI) Muhammad Nazaruddin di Kantor DPP PRI, Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Foto: Redaksi
SIGAPNEWS | JAKARTA - Partai Rakyat Indonesia (PRI) secara resmi menetapkan Pusat Robotika Rakyat Indonesia (PRO RI) sebagai organisasi sayap partai yang berfokus pada pengembangan robotika, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), coding, teknologi digital dan inovasi nasional. Penetapan tersebut dirangkaikan dengan pelantikan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PRO RI
Ketua Umum Partai Rakyat Indonesia (PRI) Muhammad Nazaruddin secara langsung melantik jajaran pengurus DPN PRO RI sebagai bagian dari komitmen PRI dalam mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045 melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sekretaris PRO RI sekaligus Ketua Panitia Pelantikan DPN PRO RI Muhamad Ied menjelaskan bahwa sebanyak 60 pengurus DPN PRO RI resmi dilantik oleh Ketua Umum PRI. Menurutnya, pelantikan tersebut menjadi tonggak awal penguatan organisasi dalam membangun gerakan robotika dan kecerdasan buatan yang berbasis kerakyatan.
"Sebanyak 60 pengurus DPN PRO RI telah resmi dilantik. Ini menjadi langkah awal untuk membangun organisasi yang mampu menjembatani masyarakat khususnya generasi muda agar memiliki akses terhadap pendidikan dan pengembangan teknologi robotika, coding dan AI," ujar Muhamad Ied.
Kehadiran PRO RI merupakan langkah strategis PRI dalam menjawab tantangan perkembangan teknologi global yang semakin cepat. Melalui organisasi sayap ini PRI ingin memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar dan pengguna teknologi tetapi juga menjadi bangsa yang mampu menciptakan serta mengembangkan inovasi secara mandiri.
Dalam sambutannya, Muhammad Nazaruddin menegaskan bahwa penguasaan teknologi merupakan salah satu kunci utama kemajuan bangsa pada masa depan.
"Robotika dan kecerdasan buatan bukan lagi sekadar tren tetapi telah menjadi kebutuhan strategis bangsa. Melalui PRO RI kami ingin melahirkan generasi inovator, programmer, engineer dan technopreneur yang mampu membawa Indonesia menjadi negara yang mandiri secara teknologi," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa PRI akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan infrastruktur pendidikan teknologi yang digagas PRO RI.
"Di kantor pusat PRO RI segera akan tersedia ruang edukasi masyarakat serta laboratorium robotik sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan teknologi. Selanjutnya PRO RI harus segera menyiapkan jaringan organisasi di 38 provinsi. Fasilitas serupa nantinya akan mendapat dukungan dari PRI sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan teknologi bagi masyarakat," tegas Nazaruddin.
Ketua PRO RI Adityo Handoko mengatakan bahwa pembentukan PRO RI merupakan momentum penting dalam mempercepat lahirnya ekosistem teknologi nasional yang kuat, mandiri dan berdaya saing global.
"PRO RI hadir untuk menjadikan robotika milik seluruh rakyat Indonesia. Kami ingin membuka akses seluas-luasnya bagi anak-anak muda Indonesia agar mampu bersaing di era AI dan revolusi industri berbasis teknologi," katanya.
Menurut Adityo, perkembangan teknologi global saat ini menuntut Indonesia untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi tetapi juga menjadi pencipta inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
"Robotika adalah fondasi peradaban baru dan kunci Indonesia menjadi bangsa maju, mandiri serta pemimpin teknologi dunia. Karena itu PRO RI hadir untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia Indonesia agar mampu menjadi pelaku utama dalam transformasi teknologi global," tegasnya.
Dalam kepengurusan DPN PRO RI yang dilantik turut diperkenalkan Duta Robotika PRO RI Prima Yohana S.T. M.Kom yang sehari-hari berkiprah di bidang teknologi informasi, coding dan pengembangan kecerdasan buatan (AI). Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat program edukasi teknologi kepada generasi muda sekaligus menjadi inspirasi bagi lahirnya talenta-talenta digital Indonesia yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Ke depan PRO RI akan mengembangkan berbagai program strategis mulai dari pendidikan robotika, pelatihan coding dan AI, inkubasi inovasi teknologi, pengembangan talenta digital hingga kolaborasi dengan komunitas, akademisi, praktisi industri dan generasi muda di seluruh Indonesia.
Dengan resmi bergabung sebagai organisasi sayap Partai Rakyat Indonesia PRO RI diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya talenta-talenta teknologi nasional sekaligus menjadi wadah kolaborasi yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan kedaulatan teknologi Indonesia.
Peresmian dan pelantikan DPN PRO RI menandai babak baru komitmen PRI dalam memperkuat sumber daya manusia Indonesia di bidang teknologi. Melalui semangat "BERSATU • BERKARYA • BERDAMPAK BAGI RAKYAT INDONESIA" PRO RI diharapkan mampu menjadi pusat pengembangan robotika, coding dan kecerdasan buatan yang dapat diakses masyarakat luas serta berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (BT)
Editor :Tri Joko
Source : Redaksi