Yusuf Khoerudin: IPSI Banten Fokus Wujudkan Pencak Silat Mendunia Lewat Bandara Soetta
Tiga Tokoh IPSI Banten Masuk Kepengurusan PB IPSI, Siapkan Diplomasi Pencak Silat di Bandara Soetta
Pengurus IPSI Banten saat beraudiesi dengan pihak pihak Angkasa Pura selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta. Foto: Redaksi
SIGAPNEWS I BANTEN - Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banten kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tiga tokoh IPSI Banten dipercaya mengemban amanah sebagai pengurus Pengurus Besar (PB) IPSI periode terbaru.
Ketiga tokoh tersebut adalah Ketua Umum IPSI Provinsi Banten H. Ajat Sudrajat yang ditunjuk sebagai Ketua Bidang Komisi Seni Budaya Pencak Silat PB IPSI, Ketua I IPSI Banten Muhamad Sirot yang dipercaya bergabung pada Komisi Bidang Pembibitan dan Pemasalan, serta Muhamad Yusuf Khoerudin yang mendapat amanah sebagai Ketua Bidang Komisi Disiplin PB IPSI. Saat ini Yusuf juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan Organisasi IPSI Banten.
Kepercayaan yang diberikan kepada ketiga kader tersebut menjadi bukti pengakuan atas kontribusi dan kapasitas IPSI Banten dalam pengembangan organisasi pencak silat nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB IPSI, Sugiono.
Saat dikonfirmasi mengenai Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang beredar, Muhamad Yusuf Khoerudin membenarkan adanya nama-nama pengurus IPSI Banten dalam susunan kepengurusan PB IPSI.
"Memang dari SK yang beredar ada nama saya, Pak Ketua H. Ajat Sudrajat, dan Pak Muhamad Sirot. Selama itu merupakan perintah langsung dari Ketua Umum (Bapak Sugiono), maka sebagai kader saya siap sami'na wa atha'na (kami mendengar dan kami taat)," ujar Yusuf dalam keterangannya kepada media pada Kamis (9/7/2026).
Meski demikian, Yusuf menegaskan bahwa proses pengumuman dan pelantikan resmi masih menunggu informasi dari PB IPSI.
"Untuk pengumuman dan pelantikan, kita tunggu press release resmi dari PB IPSI," katanya.
Di tengah kabar penunjukan tersebut, Yusuf mengungkapkan bahwa perhatian IPSI Banten saat ini justru tertuju pada pelaksanaan program strategis yang bertujuan memperkenalkan pencak silat kepada masyarakat dunia.
Menurutnya, IPSI Banten tengah mengawal rencana penyelenggaraan pertunjukan seni bela diri pencak silat secara berkala di area kedatangan internasional Bandara Soekarno-Hatta sebagai salah satu etalase budaya Indonesia bagi wisatawan mancanegara.
"Saat ini saya sedang fokus untuk mengawal penampilan seni bela diri pencak silat di pintu gerbang kedatangan wisatawan, demi memperkenalkan seni pencak silat ke masyarakat internasional di Bandara Soekarno-Hatta. Sampai saat ini, IPSI Provinsi Banten masih terus membangun komunikasi dan koordinasi intensif dengan pihak Angkasa Pura selaku pengelola bandara," jelasnya.
Yusuf menambahkan, program tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Ketua Umum PB IPSI saat melantik jajaran Pengprov IPSI Banten. Melalui program itu, pencak silat diharapkan semakin dikenal dunia sebagai warisan budaya Indonesia sekaligus mendukung cita-cita besar agar cabang olahraga tersebut dapat tampil pada ajang Olimpiade.
"Ini merupakan amanat dari Ketua Umum PB IPSI sewaktu melantik IPSI Banten, agar kami memperkenalkan budaya pencak silat ke dunia internasional. Dengan begitu, misi besar agar pencak silat melaju Road to Olympic dapat segera terwujud," pungkas Yusuf.
Kepercayaan yang diberikan kepada tiga tokoh IPSI Banten tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat organisasi di tingkat nasional, tetapi juga mempercepat pengembangan pencak silat sebagai instrumen diplomasi budaya Indonesia melalui sinergi dengan sektor pariwisata, transportasi udara, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Editor :Tri Joko
Source : IPSI Banten