H. Rian Ahmad: Tursina Tours Perkuat Layanan Jmaah
Manasik Jadi Bekal Jamaah, Tursina Tours Semarang Kedepankan Pelayanan dan Pendampingan
Jamaah Umroh dan Rumah Tursina Tours Semarang. Poster: Redaksi
SIGAPNEWS | SEMARANG - Perjalanan menuju Tanah Suci tidak dimulai ketika pesawat lepas landas. Bagi calon jamaah umrah, persiapan justru menjadi bagian penting sebelum kaki menginjak Makkah dan Madinah.
Pemahaman mengenai rangkaian ibadah, kesiapan fisik dan mental, hingga pendampingan selama perjalanan menjadi bekal yang dibutuhkan agar ibadah dapat dijalankan dengan tenang dan khusyuk.
Hal itu pula yang menjadi perhatian Tursina Tours Cabang Semarang. Melalui kegiatan manasik, calon jamaah tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai teknis perjalanan, tetapi juga dipersiapkan untuk memahami tahapan ibadah yang akan mereka jalani di Tanah Suci.
Kegiatan manasik umrah tersebut digelar pada 13 September 2026 di Halaman Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. Sekitar 65 calon jamaah mengikuti kegiatan dengan datang menggunakan dua bus.
Di tengah suasana kebersamaan para calon jamaah, manasik menjadi ruang untuk memperkuat pengetahuan sekaligus membangun kesiapan sebelum keberangkatan. Bagi sebagian peserta, terutama yang baru pertama kali menjalankan ibadah umrah, pembekalan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai perjalanan yang akan mereka tempuh.
Menyiapkan Jamaah Sejak dari Tanah Air
Pimpinan Tursina Tours Semarang, H. Rian Ahmad, mengatakan pelayanan kepada jamaah tidak semestinya dimulai ketika keberangkatan. Menurutnya, proses tersebut perlu dibangun sejak jamaah mulai mempersiapkan perjalanan.
“Kami berupaya memberikan pelayanan yang dekat dengan jamaah sejak proses persiapan hingga keberangkatan. Manasik menjadi bagian penting agar jamaah memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan sebelum melaksanakan ibadah di Tanah Suci,” ujar H. Rian Ahmad.
Ia menjelaskan, manasik bukan sekadar agenda rutin yang dilakukan menjelang keberangkatan. Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi calon jamaah untuk kembali memahami berbagai tahapan ibadah yang nantinya dijalankan.
“Manasik bukan sekadar kegiatan menjelang keberangkatan tetapi menjadi kesempatan bagi jamaah untuk memahami kembali tahapan ibadah umrah. Kami ingin jamaah berangkat dengan persiapan yang baik sehingga dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk,” katanya.
Pendekatan tersebut menempatkan pembekalan sebagai bagian dari rangkaian pelayanan, bukan sekadar kegiatan administratif sebelum jamaah berangkat.
Pengalaman Jamaah di Tanah Suci
Gambaran mengenai pentingnya pendampingan juga tercermin dari pengalaman jamaah yang telah mengikuti perjalanan umrah bersama Tursina Tours.
Umi Atik, salah seorang jamaah asal Semarang, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran perjalanan yang dijalani bersama rombongan.
“Ini saya Umi Atik kalau di Semarang ya. Alhamdulillah dengan kita bersama Tursina Tours diberi kelancaran. Jamaah sehat semuanya dan happy semuanya. Semoga umrahnya menjadi umrah yang mabrur dan mabruroh,” ujar Umi Atik.
Pengalaman lain disampaikan Muhammad Masulin Hamzah, jamaah asal Semarang. Baginya, perjalanan umrah tidak hanya menghadirkan pengalaman spiritual, tetapi juga memberikan pelajaran baru.
“Saya nama Muhammad Masulin Hamzah. Banyak pengalaman yang saya dapat dan pelajaran baru yang dapat saya ambil. Kemarin bisa tawaf sampai tiga kali bahkan lebih dan bisa mencium Hajar Aswad,” ungkapnya.
Sementara itu, Sugito, jamaah asal Grobogan, Jawa Tengah, menyoroti peran pendampingan selama perjalanan. Ia mengikuti perjalanan umrah bersama rombongan Abah Ulil Albab dan menilai keberadaan tenaga profesional memberikan kemudahan bagi jamaah.
“Perkenalkan nama saya Pak Sugito dari Grobogan Jawa Tengah, jamaah dari Abah Ulil Albab. Dari Jakarta sampai Jeddah kemudian ke Mekah sampai ke Madinah dibantu oleh tenaga-tenaga yang profesional. Saya sudah tiga kali umrah dan terus saya keliling dari Mekah ke Madinah,” ujarnya.
Beragam pengalaman tersebut menunjukkan bahwa perjalanan umrah bukan hanya berkaitan dengan keberangkatan dan kepulangan. Bagi jamaah, kejelasan informasi, kesiapan sebelum berangkat, serta pendampingan selama perjalanan menjadi bagian yang turut menentukan kenyamanan dalam menjalankan ibadah.
Kepercayaan yang Beriringan dengan Tanggung Jawab
Antusiasme masyarakat Semarang terhadap perjalanan umrah juga tercermin dari keberlanjutan jumlah jamaah yang telah mempersiapkan diri untuk keberangkatan berikutnya.
Tursina Tours Semarang kembali menjadwalkan keberangkatan jamaah umrah pada Oktober 2026 dengan dua bus. Sementara untuk Desember 2026, jumlah jamaah yang telah terkonfirmasi positif berangkat mencapai empat bus.
Rencana keberangkatan tersebut menjadi salah satu gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Tursina Tours Semarang. Di sisi lain, bertambahnya jumlah jamaah juga berarti semakin besar tanggung jawab yang harus dijaga oleh penyelenggara perjalanan ibadah.
Bagi H. Rian Ahmad, kepercayaan masyarakat bukan semata-mata pencapaian, melainkan amanah untuk mempertahankan kualitas pelayanan.
“Alhamdulillah, jamaah dari Cabang Semarang selama ini menjadi salah satu yang terbanyak dalam setiap keberangkatan Tursina Tours. Ini menjadi amanah bagi kami untuk terus menjaga kepercayaan jamaah melalui pelayanan dan pendampingan yang maksimal,” tuturnya.
Keberadaan kantor cabang di Semarang menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kepada masyarakat. Calon jamaah dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi langsung mengenai berbagai kebutuhan perjalanan ibadah sebelum menentukan dan mempersiapkan keberangkatan.
Dalam konteks tersebut, pelayanan tidak berhenti pada urusan administrasi. Prosesnya mencakup pemberian informasi, persiapan dokumen, pembekalan melalui manasik hingga pendampingan selama jamaah menjalankan ibadah.
Bekal Sebelum Perjalanan Spiritual
Pada akhirnya, manasik bukan sekadar pertemuan sebelum keberangkatan. Di dalamnya terdapat proses membangun kesiapan jamaah untuk menghadapi perjalanan yang memiliki dimensi spiritual sekaligus membutuhkan kesiapan teknis.
Dari Semarang, Tursina Tours berupaya menempatkan pendampingan sebagai bagian dari perjalanan tersebut. Calon jamaah dipersiapkan sejak berada di Tanah Air agar lebih memahami apa yang akan mereka hadapi ketika berada di Tanah Suci.
Perjalanan umrah memang bermuara pada pelaksanaan ibadah di Makkah dan Madinah. Namun, kesiapan untuk menjalaninya dibangun jauh sebelumnya melalui pengetahuan, persiapan dan pendampingan.
Bagi jamaah, bekal itu diharapkan dapat membuat perjalanan berlangsung lebih nyaman dan membantu mereka menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. (TJ)
Editor :Tri Joko
Source : Redaksi