Agenda MUNAS Dirangkai Peresmikan Kantor PB dan Padepokan Nasional PERSINAS ASAD
Munas VI PERSINAS ASAD 2026, IPSI dan Kemenpora Beri Apresiasi
Munas) VI PERSINAS ASAD Tahun 2026 di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta pada Kamis (8/1/2026). Foto: Youtube ASAD Official
SIGAPNEWS | JAKARTA - Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) VI PERSINAS ASAD Tahun 2026 pada Kamis (8/1/2026) di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta. Agenda nasional ini sekaligus dirangkai dengan peresmian Kantor PB PERSINAS ASAD yang berada satu kompleks dengan Padepokan PERSINAS ASAD.
Munas VI mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur”. Tema tersebut menegaskan komitmen PERSINAS ASAD dalam membina pesilat yang tidak hanya unggul secara prestasi, tetapi juga berkarakter, menjunjung nilai budaya, sportivitas, serta akhlak mulia sebagai fondasi utama.
Munas VI dihadiri oleh perwakilan lembaga mitra kerja PERSINAS ASAD, antara lain Ketum Senkom Mitra Polri, Dr. KP. H. Katno Hadi, SE, MM, MH didampingi Sekjen Nedy Wilbhara dan Deputi Depora Wempi, Sekum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), H. Dody Taufiq Wijaya, Ak., M.Com., CA serta para Ketua Perguruan Silat yang tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Kehadiran para mitra strategis tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dan dukungan lintas elemen terhadap pembinaan pencak silat nasional.
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD periode 2020-2025, Brigadir Jenderal (Purn) TNI Agus Susarso, menegaskan bahwa Munas VI memiliki makna strategis bagi perjalanan organisasi. Selama lebih dari 30 tahun berada di bawah pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), PERSINAS ASAD terus menjalani proses pembinaan berkelanjutan dalam membentuk karakter pesilat yang menjunjung tinggi nilai kependekaran dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Menurutnya, nilai-nilai luhur tersebut tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses panjang yang menuntut kesabaran, keteladanan, dan ketulusan. Hasilnya kini mulai terlihat, di mana karakter pesilat PERSINAS ASAD dapat diterima di berbagai lapisan masyarakat, selaras dengan ajaran agama dan bernilai ibadah.
Dalam kesempatan tersebut, Agus Susarso juga memaparkan perkembangan organisasi yang signifikan. Jika sebelumnya PERSINAS ASAD memiliki kepengurusan di 24 provinsi, kini telah berkembang menjadi 37 provinsi di seluruh Indonesia. Dua wilayah lainnya, yakni Papua Barat dan Papua Pegunungan, masih dalam tahap persiapan pembinaan serta penguatan sarana pendukung.
Ia menekankan pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan pencak silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan di berbagai daerah. Menurutnya, perguruan-perguruan tersebut memiliki potensi besar dengan kekhasan masing-masing yang perlu dihimpun dan dikelola secara profesional.
“Pengelolaan yang baik tidak hanya memperkuat pencak silat sebagai benteng budaya bangsa, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mencegah potensi konflik antarpesilat,” ujarnya.
Karena itu, PB PERSINAS ASAD membuka Padepokan PB PERSINAS ASAD di Pondok Gede sebagai rumah besar bagi para pendekar dari berbagai latar belakang perguruan. Padepokan ini diharapkan menjadi pusat latihan bersama, ruang musyawarah, hingga kantor bersama yang berfungsi sebagai wadah dialog dan penyelesaian persoalan pencak silat secara dewasa dan bermartabat.
.jpg)
Sementara itu, Ketua Harian PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Munas VI PERSINAS ASAD serta soliditas persaudaraan yang ditunjukkan organisasi tersebut. Menurutnya, nilai kebersamaan, saling menghormati, dan saling menghargai merupakan fondasi penting bagi kemajuan pencak silat nasional.
Benny juga menyoroti keberadaan Padepokan PERSINAS ASAD yang dinilainya megah, indah, dan menenangkan. Ia menilai padepokan tersebut dapat menjadi contoh pembinaan perguruan yang berorientasi jangka panjang sekaligus inspirasi bagi organisasi pencak silat lainnya.
Ia menegaskan bahwa capaian PERSINAS ASAD tidak terlepas dari peran Ketua Umum dan seluruh jajaran pengurus yang solid dan konsisten melahirkan atlet-atlet berprestasi di berbagai kejuaraan.
Dukungan pemerintah turut disampaikan Asisten Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Khairil Adha, yang mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Ia menyebut PERSINAS ASAD sebagai salah satu perguruan pencak silat yang konsisten melahirkan pesilat nasional berprestasi.
Khairil Adha optimistis perguruan ini akan terus melahirkan juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional. Menurutnya, pencak silat bukan sekadar cabang olahraga, tetapi juga simbol kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan.
.jpg)
Tampak hadir pula jajaran Dewan Guru Silat ASAD Bela Diri, antara lain Abdul Aziz MT, Agus Widoyono, Cipto Umbaran dan Samudra Muslimin, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Munas VI PERSINAS ASAD. Kehadiran para Dewan Guru tersebut menegaskan soliditas internal serta komitmen menjaga kesinambungan nilai-nilai kependekaran dan arah pembinaan pesilat ASAD.
Melalui Munas VI PERSINAS ASAD 2026, PB PERSINAS ASAD menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan prestasi atlet, serta memperluas peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang mampu bersaing di tingkat global. (TJ)
Editor :Tri Joko
Source : Official ASAD