Di Balik Jas dan Dasi: Cara SMP Islam Al-Azhar di Cileungsi Ajarkan Diplomasi PBB ke Anak SMP
Kegiatan Konferensi Model United Nations (MUN) 2026 SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi
Bogor, SIGAPNEWS.CO.ID (28 Oktober 2026) - SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi menggelar kegiatan Model United Nations (MUN) selama dua hari, 27-28 Oktober 2026, di sekolah, Jl. Raya Boulevard Metland Cileungsi, Sektor 4, Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 sebagai bagian dari penguatan profil pelajar berwawasan global.
Berbeda dari simulasi MUN pada umumnya, panitia membagi komisi sidang berdasarkan jenjang. Siswa kelas 7 dan 8 berkompetisi, berdiskusi, berdebat, dan bersidang dalam komisi UNICEF yang berfokus pada isu anak dan kemanusiaan. Sementara itu, siswa kelas 9 yang dinilai lebih matang dalam analisis kebijakan bersidang dalam komisi UNESCO yang membahas isu pendidikan, sains, dan kebudayaan dunia.
Ketua Pelaksana MUN, Ms. Nadya Azka Nurhafiza, S.Pd., mengatakan, pembagian komisi tersebut disengaja untuk menyesuaikan kompleksitas isu dengan kapasitas berpikir siswa.
"Kelas 7 dan 8 kami tempatkan di UNICEF karena isunya dekat dengan dunia mereka, tentang hak anak dan pendidikan. Kelas 9 kami tantang di UNESCO yang membutuhkan riset position paper dan argumentasi yang lebih mendalam," ujar Ms. Nadya di sela kegiatan, Rabu (28/10/2026).
Selama dua hari, para siswa berperan sebagai delegasi negara-negara anggota PBB. Mereka diwajibkan menggunakan bahasa Inggris dalam sesi General Speakers List, menyusun position paper, melakukan lobi, hingga menghasilkan draft resolusi. Dokumentasi kegiatan menunjukkan antusiasme siswa saat menyampaikan pidato di depan forum dan berdebat secara diplomatik.
Pada komisi UNESCO, dewan juri yang dipimpin Mr. Muhammad Syarif Hidayatullah, S.Hum., Gr. yang biasa disapa Mr. Muh, menilai sesi diskusi dan debat para delegasi berlangsung sangat kuat selama dua hari penyelenggaraan MUN. Para siswa dinilai mampu berargumentasi tajam dan bernegosiasi layaknya diplomat. Dari proses yang ketat tersebut, dewan juri menetapkan empat penghargaan utama.
"Selama dua hari pelaksanaan MUN, saya melihat diskusi dan perdebatan yang sangat kuat dari para delegasi. Mereka tidak hanya berpidato, tapi benar-benar bernegosiasi kayak diplomat lah ya. Argumennya tajam, risetnya mendalam, dan adab diplomasinya terjaga. Dari proses yang sangat ketat inilah, dewan juri menetapkan empat penghargaan utama, yaitu Best Delegate, Outstanding Delegate, Honorable Mention, dan Best Position Paper, yang diraih oleh para murid dan calon diplomat hebat dari komisi UNESCO dan UNICEF. Walaupun kita tahu, tidak semua anak akan jadi diplomat, tapi kita mau English skill dan kepemimpinannya itu yang ingin kita scale up," ujar Mr. Muh selaku Coach dan Dewan Juri Komisi UNESCO.
Kepala SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi, Dedi Suhandi, S.Si, menilai MUN menjadi laboratorium kepemimpinan.
"MUN bukan sekadar lomba debat bahasa Inggris. Di sini anak-anak belajar critical thinking, public speaking, negosiasi, dan yang paling penting adab dalam berdiplomasi. Ini sejalan dengan visi kami membentuk pemimpin muslim berwawasan internasional," tutup Pak Dedis, panggilan akrabnya selaku Kepala Sekolah.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari manajemen yayasan. Wakil Direktur Pendidikan Al-Azhar BSD, Agus Salim Hakim, M.Pd, mengapresiasi konsistensi sekolah dalam menghadirkan program berwawasan internasional. Ia menilai MUN menjadi ikhtiar nyata sekolah dalam menyiapkan generasi yang siap bersaing di level global.
"MUN di SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi ini sangat membanggakan. Ini bukan hanya soal anak bisa bahasa Inggris, tapi soal keberanian memimpin, menghargai perbedaan pandangan, dan berpikir kritis untuk solusi dunia. Ini yang kita mau dari lulusan Al-Azhar BSD," ujar Mr. Agus Salim Hakim.
Senada, Ketua BKOMS (Badan Koordinasi Orang Tua Murid dan Sekolah), Ibu Andayani Syarif, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, peran orang tua dan sekolah yang bersinergi terlihat dari kepercayaan diri anak-anak setelah mengikuti sidang.
"Sebagai orang tua, kami sangat bangga dan mendukung penuh. Awalnya anak-anak grogi pakai jas dan bahasa Inggris, tapi setelah dua hari sidang, mereka jadi lebih percaya diri, lebih terstruktur bicaranya. Terima kasih kepada sekolah yang sudah memfasilitasi anak-anak kami belajar diplomasi sejak dini. Mereka terlihat lebih percaya diri, tambah semangat," ungkap Ibu Andayani.
Kegiatan MUN ini merupakan agenda tahunan sekolah dalam program Empowering Leadership. Diharapkan, lulusan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berpartisipasi dalam forum global.
Tentang SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi:
SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi yang berlokasi di Metland Cileungsi, Bogor, merupakan bagian dari Sekolah Islam Al-Azhar BSD di bawah naungan Yayasan Muslim BSD Tangerang Selatan. Sekolah ini secara konsisten mengintegrasikan kurikulum nasional, ke-Islaman, dan program berwawasan internasional seperti MUN, public speaking, dan international exposure.
Kontak Media:
Humas SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi
Jl. Raya Boulevard Metland Cileungsi, Sektor 4 Cileungsi - Bogor
Telp/WA: 0813-1099-7545
Website: http://metland.alazhar-bsd.sch.id
Instagram: @alazharbsd_cileungsi
Editor :Syarif Hidayatullah
Source : Tim Pubdok SMP Islam Al-Azhar BSD@Cileungsi







