Senkom Balikpapan Fasilitasi Pelatihan Water Rescue Basarnas
Mahasiswa dan Pemuda Senkom SAR Balikpapan Ikuti Pelatihan Water Rescue Basarnas
Senkom Balikpapan Fasilitasi Pelatihan Water Rescue Basarnas bagi Mahasiswa dan Pemuda Senkom SAR di Pantai Manggar Segara Sari, Balikpapan, Sabtu (24/10/2026). Poster: Redaksi
SIGAPNEWS | BALIKPAPAN - Mahasiswa dan pemuda Senkom SAR Balikpapan bersama mahasiswa Politeknik Alkon Kalimantan dan Universitas Balikpapan (Uniba) mengikuti Pelatihan SAR Gabungan (Water Rescue) di Pantai Manggar Segara Sari, Balikpapan, Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan yang melibatkan 40 peserta ini difasilitasi oleh Senkom Mitra Polri Kota Balikpapan, bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Potensi SAR (Potsar) dalam menghadapi kondisi darurat dan mendukung operasi pencarian serta pertolongan di wilayah perairan.
Peserta pelatihan terdiri atas 10 mahasiswa Politeknik Alkon Kalimantan, 25 anggota Korps Relawan Mahasiswa (KRM) Uniba, dan 5 (lima) anggota Senkom Mitra Polri Bidang Senkom SAR Balikpapan.
Pelatihan didampingi 6 (enam) instruktur Basarnas Balikpapan dengan koordinator tim instruktur Mujiono, S.E., M.H., serta Liana Andriyana, Amd.Keb., SKM., MKKK, dosen mata kuliah Kedaruratan Politeknik Alkon Kalimantan sekaligus praktisi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Materi pelatihan meliputi manajemen risiko dan pencegahan kecelakaan di air, tahapan pertolongan terhadap korban, teknik evakuasi yang aman, penggunaan peralatan penyelamatan, serta praktik olah gerak dan manuver perahu karet. Penyampaian materi melalui teori dan praktik lapangan tersebut ditujukan untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar keselamatan dan keterampilan pertolongan di perairan.
Koordinator Tim Instruktur Basarnas Balikpapan, Mujiono, S.E., M.H., mengatakan pemahaman mengenai tahapan pertolongan dan pengendalian emosi merupakan aspek penting dalam pelaksanaan penyelamatan di air.
Menurutnya, Potensi SAR harus mampu mengenali tingkat risiko sebelum melakukan tindakan pertolongan agar keselamatan penolong maupun korban tetap menjadi pertimbangan utama.
“Materi pelatihan ini sangat bagus, terutama mengenai tahapan menolong korban di air, mulai dari risiko yang paling kecil hingga risiko terbesar. Menolong korban membutuhkan seorang rescuer yang mampu mengendalikan emosi dengan baik dan tidak panik saat menghadapi keadaan darurat,” ujar Mujiono.
Ia berharap, pelatihan tersebut dapat meningkatkan kesiapsiagaan peserta sekaligus memperkuat ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar pencarian dan pertolongan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, tenaga yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar diharapkan dapat diberdayakan untuk membantu tugas SAR sesuai kompetensi, prosedur keselamatan, dan kebutuhan operasi di lapangan,” tegas Mujiono.
Sementara itu, Liana Andriyana, Amd.Keb., SKM., MKKK, menilai pelatihan SAR gabungan menjadi sarana pembelajaran penting bagi mahasiswa dan pemuda untuk memahami penanganan kedaruratan secara langsung. Kegiatan tersebut juga mempertemukan unsur pendidikan dan Potensi SAR dalam membangun kesiapsiagaan serta kerja sama di bidang kemanusiaan.
“Terima kasih sudah melibatkan kami sebagai mahasiswa dan pemuda dalam kolaborasi latihan SAR gabungan di air. Kami siap membantu apabila memang diperlukan oleh Basarnas maupun BNPB, sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang kami miliki,” ujar Liana.
Ia berharap, pengalaman praktik tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan kedaruratan dan menerapkannya secara bertanggung jawab ketika dibutuhkan dalam kegiatan kemanusiaan.
“Melalui kegiatan seperti ini, peserta pelatihan dapat memahami bahwa pertolongan dalam kondisi darurat membutuhkan pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan dan kerja sama tim. Karena itu, pembelajaran teori perlu didukung praktik agar kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan semakin baik,” tambah Liana.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Potensi SAR melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan penyelamatan di air.
Sinergi antara Basarnas, perguruan tinggi dan Senkom SAR Balikpapan diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan menghadapi kedaruratan serta pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan sesuai kompetensi dan ketentuan yang berlaku. (TJ)
Editor :Tri Joko
Source : Senkom SAR Balikpapan







