DipromotoriTursina Tours, Tema "Sempurnakan Ilmu, Mantapkan Kalbu, Menuju Haji Mabrur yang Dirindu"
Cerita Jelang Ke Baitullah Bersama Smart Hajj, Tursina Tours Tegaskan Haji Kini Lebih Mudah
Acara Manasik Haji Smart Hajj oleh konsorsium yang dipromotori PT.Tursina Tours di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, pada 18–19 April 2026.
SIGAPNEWS | Serang, Banten - “Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syariika lak”,lantunan talbiyah menggema mengiringi semangat ratusan calon jemaah haji yang mengikuti kegiatan Manasik Haji Smart Hajj di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Banten, pada 18–19 April 2026.
Acara Manasik Haji ini, diselenggarakan oleh konsorsium yang dipromotori PT Tursina Tours dengan mengusung tema “Sempurnakan Ilmu, Mantapkan Kalbu, Menuju Haji Mabrur yang Dirindu.”
Suasana khidmat dan penuh haru mewarnai rangkaian manasik yang menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon jemaah menuju Tanah Suci. Meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah sempat menjadi perhatian publik, para peserta tetap menunjukkan keyakinan dan kesiapan untuk berangkat menunaikan ibadah haji ke Baitullah.
Direktur Utama PT Tursina Tours, H. Muhamad Farid Aljawi, saat membuka kegiatan menegaskan bahwa program Smart Hajj telah berjalan lebih dari satu dekade sebagai solusi penyelenggaraan haji tanpa antre. Menurutnya, masyarakat perlu mengubah pola pikir lama yang menganggap ibadah haji selalu mahal, sulit, dan penuh kendala.
“Haji itu mudah dan menyenangkan. Jika ada niat kuat untuk berangkat, maka harus diubah cara pandangnya. Smart Hajj hadir membuktikan bahwa haji bisa dijalani dengan lebih praktis dan terencana,” ujarnya.
Farid juga menjelaskan bahwa pihaknya sengaja menghadirkan perwakilan maskapai penerbangan dan operator layanan di Arab Saudi agar jemaah memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya, terutama terkait keamanan perjalanan, rute penerbangan, hingga kesiapan layanan di Tanah Suci.
Ia memastikan berbagai kekhawatiran yang sempat muncul terkait situasi internasional kini telah terjawab, dan kondisi keberangkatan jemaah berada dalam situasi normal serta terkendali.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah yang hadir menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan mulai 22 April 2026 dipastikan aman. Tahun ini, sekitar 250 ribu jemaah Indonesia dijadwalkan menunaikan ibadah haji dengan jaminan keamanan dari Pemerintah Arab Saudi maupun Pemerintah Indonesia.
Dukungan juga datang dari kalangan transportasi dan logistik. Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Transportasi & Logistik Trisakti (IKA ITL Trisakti) periode 2023–2028, K.R.A.T Tommy Ariesdianto, AMTrU, SE, yang juga menjabat VP of Corporate Transformation Group PT Angkasa Pura II, menegaskan bahwa seluruh penerbangan menuju Makkah berlangsung aman dan terkendali, baik untuk pengangkutan jemaah maupun distribusi logistik pendukung.
Sementara itu, persiapan teknis keberangkatan terus dimatangkan. Seluruh kebutuhan jemaah, mulai dari akomodasi, transportasi lokal, hingga konsumsi, disebut telah dikontrak sesuai jadwal dan regulasi yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
Tak hanya membahas teknis perjalanan, kegiatan manasik juga diisi berbagai materi pembekalan bagi calon jemaah. dr. Rommi Rusfiandi memberikan edukasi kesehatan bertema “Menuju Ibadah Haji Mabrur dengan Kondisi Fisik Prima”, yang menekankan pentingnya kesiapan fisik selama menjalankan rangkaian ibadah.
Selanjutnya, H. Rofiq Abdulloh selaku pendamping jemaah menyampaikan bimbingan praktis agar ibadah haji dapat dijalankan dengan khusyuk, tertib, dan sesuai tuntunan.
Materi lain disampaikan oleh Ust. Zainal Mukhid dan Ust. Abdul Aziz yang mengenalkan aplikasi Haji Tamattu, yakni platform digital dari Kementerian Agama RI yang menyediakan informasi seputar pendaftaran, manasik, hingga pemantauan posisi jemaah.
Ust. Suryadillah menutup materi hari pertama Manasik Haji dengan tema “Musabah Cinta Menuju Baitullah”. Air mata semua peserta dan jemaah calon Haji tumpah, serasa keberkahan diselimuti rasa syukur, masih diberi kesempatan terpanggil ke Baitullah, dengan segala kemudahan.
Uniknya, sejumlah calon jemaah mengaku merasakan kemudahan besar melalui program Smart Hajj. Salah satu peserta asal Jambi, yang enggan disebutkan namanya, mengaku bersyukur dapat kembali berangkat ke Makkah setelah sebelumnya berhaji pada 2019. Kali ini ia berkesempatan berangkat bersama sang istri.
Selain itu, terdapat pula peserta yang didaftarkan langsung oleh anak-anak mereka sebagai bentuk bakti kepada orang tua agar dapat segera menunaikan rukun Islam kelima tanpa harus menunggu antrean panjang.
Bagi para calon jemaah, kegiatan ini bukan sekadar manasik biasa, melainkan langkah awal dalam meneguhkan niat, menambah ilmu, dan mempersiapkan diri secara lahir maupun batin menuju ibadah haji yang mabrur.
Para peserta dan alumni berharap program Smart Hajj yang digagas PT Tursina Tours dapat terus berlanjut, sehingga semakin banyak umat Islam memperoleh kemudahan untuk memenuhi panggilan ke Baitullah.(PO/TJ)
Editor :Tri Joko
Source : Humas Tursina Tours