Ketua Ponpes Minhaajurrosyidiin Hadiri Halqah Kebangsaan, Perkuat Wawasan Kebangsaan
KH. Chairul Baihaqi Hadiri Halqah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Gedung MPR RI
Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin KH. Chairul Baihaqi, S.STP., MSI. (Tengah, Jas Cream)
JAKARTA NEWS | JAKARTA – Pondok Pesantren (Ponpes) Minhaajurrosyidiin menghadiri kegiatan Halqah Kebangsaan dan Qanun Asasi yang diselenggarakan Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) di Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ponpes Minhaajurrosyidiin hadir bersama Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin KH. Chairul Baihaqi, S.STP., MSI. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat silaturahmi, wawasan kebangsaan, serta pemahaman terhadap nilai-nilai dasar Nahdlatul Ulama.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB tersebut digelar dalam rangka meningkatkan pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.
Berdasarkan surat undangan Presidium Nasional IKAPETE bernomor 273/PRESNAS-IKAPETE/VIII/2026, kegiatan tersebut merupakan agenda Halqah Kebangsaan dan Qanun Asasi yang dilaksanakan di Gedung MPR RI, Jakarta.
Forum tersebut membahas aktualisasi nilai-nilai Al-Qanun Al-Asasi dalam memperkuat etika organisasi, kepemimpinan, serta implementasi Empat Pilar Kebangsaan menuju Indonesia Emas 2045.
Pembahasan juga menekankan pentingnya pemikiran dasar Nahdlatul Ulama dalam menjaga persatuan nasional, memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara, serta merespons berbagai tantangan kebangsaan dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebangsaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ketua Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin KH. Chairul Baihaqi, S.STP., MSI., mengikuti forum tersebut sebagai bagian dari komitmen pesantren dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Forum tersebut juga menjadi momentum untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan antara nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan kehidupan berorganisasi. Pesantren dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.
Nilai-nilai Al-Qanun Al-Asasi dinilai relevan untuk terus dikontekstualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam membangun etika kepemimpinan, tanggung jawab sosial, serta sikap yang mengedepankan persatuan dan kemaslahatan masyarakat.
Sementara itu, implementasi Empat Pilar Kebangsaan menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kesadaran generasi muda terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Ponpes Minhaajurrosyidiin menilai penguatan wawasan kebangsaan perlu terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan pendidikan dan pesantren. Hal tersebut penting untuk membangun generasi yang memiliki keseimbangan antara pemahaman keagamaan, kecintaan terhadap bangsa, serta kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Halqah Kebangsaan dan Qanun Asasi juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi antarelemen sekaligus bertukar pemikiran mengenai berbagai tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia.
Pemikiran dasar Nahdlatul Ulama diharapkan dapat terus memberikan kontribusi dalam menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam menghadapi dinamika kebangsaan, nilai-nilai tersebut dapat menjadi pijakan untuk mengedepankan dialog, persatuan, toleransi, dan kepentingan bangsa.
Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE). Dalam surat undangan, kegiatan tersebut ditandatangani Ketua Umum Presidium Nasional Prof. Dr. H. Masykuri Bakri, M.Si., dan Sekretaris Nasional Dr. H. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I.
Melalui keikutsertaan dalam Halqah Kebangsaan dan Qanun Asasi, Ponpes Minhaajurrosyidiin berharap nilai-nilai kebangsaan semakin kuat di lingkungan pesantren dan masyarakat. Sinergi antara pesantren, alumni pesantren, dan berbagai elemen bangsa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam menjaga persatuan serta mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, adil, dan makmur menuju Indonesia Emas 2045. (Rizal PM/Lines)
Editor :Tri Joko
Source : Jakarta News