Sinergi lintas organisasi dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam pembangunan sarana ibadah.
Part 8 Renovasi Masjid Ainil Yaqin, Gotong Royong Lintas Organisasi Terus Berlanjut
Sinergi lintas organisasi dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam pembangunan sarana ibadah.
.
TIMIKA – Pembangunan rumah ibadah bukan semata-mata tentang mendirikan bangunan, tetapi juga merawat kebersamaan dan menumbuhkan kepedulian sosial. Semangat itulah yang terlihat dalam kelanjutan renovasi Masjid Ainil Yaqin di Jalan Ahmad Yani, Distrik Mimika Baru, Timika, Papua Tengah.
Memasuki tahap kedelapan, warga Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Distrik Mimika Baru bersama warga PAC LDII Inauga, PERSINAS ASAD, SENKOM Mitra Polri, serta masyarakat sekitar kembali bergotong royong, Senin (2/11/2026).
Di tengah aktivitas pembangunan, para peserta bahu-membahu mengerjakan berbagai pekerjaan renovasi. Ada yang menyiapkan material, mengaduk campuran bangunan, hingga membantu pekerjaan fisik lainnya. Setiap tenaga yang disumbangkan menjadi bagian penting dari proses mewujudkan masjid yang lebih nyaman bagi jamaah.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Pembina PC LDII Distrik Mimika Baru, H. Janio, serta Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Ainil Yaqin, H. Edi W. Soeryono, M.Pd., M.Si.
Dalam kesempatan itu, Edi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mendukung renovasi masjid.
Menurutnya, keterlibatan warga LDII, SENKOM, PERSINAS ASAD, dan masyarakat sekitar menunjukkan bahwa kepedulian terhadap fasilitas ibadah dapat menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut tidak berhenti pada kegiatan renovasi, melainkan terus tumbuh menjadi budaya kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bukan Sekadar Membangun Fisik Masjid
Renovasi Masjid Ainil Yaqin juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas organisasi. Perbedaan peran dan aktivitas masing-masing kelompok justru menjadi kekuatan ketika dipertemukan dalam tujuan sosial yang sama.
Bagi masyarakat, masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah, melainkan juga pusat pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, dan penguatan hubungan sosial.
Karena itu, peningkatan fasilitas masjid diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam menunjang kenyamanan jamaah dan kegiatan keagamaan.
Kebersamaan yang terbangun selama delapan tahap kerja bakti menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan tidak selalu harus bertumpu pada satu pihak. Partisipasi masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan para relawan dapat menjadi kekuatan besar ketika bergerak bersama.
Melalui gotong royong ini, LDII, PERSINAS ASAD, SENKOM, dan masyarakat Mimika menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, yakni hadir, membantu, dan bekerja bersama.
Renovasi Masjid Ainil Yaqin pun diharapkan terus berjalan hingga tuntas. Lebih dari bangunan yang semakin baik, kebersamaan yang tumbuh di tengah prosesnya menjadi warisan sosial yang patut dijaga.
Angle berita: Sinergi lintas organisasi dan kekuatan gotong royong masyarakat dalam pembangunan sarana ibadah. (Lim/gho)
Editor :Tri Joko
Source : KIM LDII






