Pemeriksaan kartu Nusuk Diperketat Saat Jamaah Bergerak ke Armuzna
Duh! Ketatnya Pemeriksaan Kartu Nusuk Saat Jamaah Bergerak ke Armuzna
Ketua DPP Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Sekaligus CEO Travel Bersathu Farid Aljawi
SIGAPNEWS | MEKKAH - Ketua DPP Kebersamaan Pengusaha Travel Haji dan Umrah (Bersathu) Farid Aljawi menyebut proses pergerakan jamaah haji menuju Mina pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah berlangsung lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Farid yang juga menjabat sebagai CEO Tursina mengatakan jamaah mulai bergerak dari hotel transit menuju Mina sejak Minggu malam untuk menjalani rangkaian ibadah tarwiyah menjelang wukuf di Arafah.
“Saat ini 8 Dzulhijjah 1447 H atau 25 Mei 2026. Sejak tadi malam jamaah bergerak dari hotel transit menuju Mina untuk melaksanakan tarwiyah hingga nanti malam. Situasinya sangat longgar, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Farid dalam keterangan tertulis kepada media di Jakarta, Senin (25/5/2026).
Menurut dia, proses transportasi jamaah berlangsung cukup lancar dengan waktu tempuh sekitar 30 menit menuju Mina. Meski demikian, otoritas Arab Saudi melakukan pemeriksaan secara ketat terhadap seluruh jamaah yang memasuki area Armuzna.
Farid menjelaskan setiap jamaah wajib memiliki kartu Nusuk identitas digital dan fisik resmi dari Pemerintah Arab Saudi yang wajib dibawa jemaah haji, sebagai syarat untuk memasuki kawasan wukuf dan lokasi ibadah haji lainnya.
“Banyak pembatasan dan pemeriksaan yang ketat. Semua yang masuk ke area wukuf wajib memiliki kartu Nusuk,” katanya.
Selain pengawasan yang diperketat, Farid menilai pelayanan terhadap jamaah haji tahun ini berjalan cukup baik. Ia menyebut petugas haji memberikan pelayanan ramah, terutama kepada jamaah lanjut usia.
Menurutnya, fasilitas konsumsi di Mina juga dinilai memadai dengan kualitas makanan yang disebut memenuhi standar gizi yang baik bagi jamaah.
Namun demikian, cuaca panas ekstrem masih menjadi tantangan utama bagi jamaah selama menjalani rangkaian ibadah haji tahun ini. Suhu udara di kawasan Mina dan sekitarnya saat ini berkisar antara 39 hingga 44 derajat Celsius.
“Kendala yang dialami jamaah salah satunya adalah panas yang tidak biasa. Ada jamaah yang mengalami dehidrasi karena suhu udara yang tinggi,” ujarnya.
Farid menambahkan pemerintah Arab Saudi melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi operasional maupun kesehatan jamaah haji guna mengantisipasi berbagai risiko selama puncak pelaksanaan ibadah haji berlangsung.
Ia menyebut sistem pemantauan tersebut memungkinkan petugas bergerak cepat apabila ada jamaah yang sakit maupun terpisah dari rombongan.
“Pemerintah melakukan pemantauan terhadap seluruh jamaah haji, baik dari sisi operasional maupun kesehatan, sehingga ketika ada jamaah sakit atau hilang bisa cepat ditemukan,” kata Farid.
Editor :Tri Joko
Source : Humas Bersathu