Kabasarnas dan Mendagri Tinjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara
Hari Ketiga Pascagempa NTT, Kabasarnas Pastikan Operasi SAR Berjalan Maksimal di Manggarai Timur
Kabasarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii bersama Menfagri Tito Karnavian meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026). Poster: Redaksi
SIGAPNEWS | MANGGARAI TIMUR - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau Posko Desa Ronting, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (17/8/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan pada hari ketiga pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah NTT dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di sejumlah daerah.
Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup berat akibat bencana tersebut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga pukul 15.00 WITA, tercatat sebanyak 187 korban terdampak, terdiri atas 55 orang meninggal dunia dan 132 orang mengalami luka-luka.
Dalam kunjungannya, Kabasarnas menegaskan bahwa seluruh unsur pencarian dan pertolongan terus bekerja maksimal untuk membantu masyarakat terdampak. Menurutnya, operasi SAR menjadi prioritas utama guna memastikan korban yang masih membutuhkan bantuan dapat segera ditangani.
“Kabupaten Manggarai Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup parah terdampak gempa. Kami terus berupaya memastikan operasi pencarian dan pertolongan berjalan maksimal untuk membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Mohammad Syafii.
Saat meninjau posko pengungsian, Kabasarnas juga memberikan imbauan kepada warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Masyarakat diminta menghindari bangunan yang mengalami kerusakan berat atau berpotensi roboh demi menjaga keselamatan.
Selain itu, ia mengajak seluruh warga untuk memperkuat semangat gotong royong dan saling membantu dalam menghadapi masa tanggap darurat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, petugas SAR, relawan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Usai meninjau lokasi pengungsian, Kabasarnas mendampingi Mendagri Tito Karnavian menuju Posko SAR di wilayah Manggarai Timur. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan komitmen Basarnas untuk memberikan layanan pencarian dan pertolongan selama 24 jam penuh hingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali.
Pada pelaksanaan Operasi SAR hari ketiga, Basarnas mengerahkan sebanyak 119 personel yang disebar ke berbagai wilayah terdampak. Sebanyak 11 personel bertugas di Kabupaten Nagekeo, 5 personel di Kabupaten Ende, 12 personel di Kabupaten Manggarai Timur, serta tambahan 14 personel dari tim pusat.
Selain itu, sebanyak 21 personel ditempatkan di Kabupaten Sikka, 9 personel di Kabupaten Manggarai Barat dengan dukungan tambahan 23 personel dari tim pusat, serta 17 personel di wilayah Reo, Kabupaten Manggarai, bersama kru KN SAR 250. Operasi juga diperkuat oleh 7 personel kru helikopter HR 3604 yang bertugas mendukung mobilisasi dan pemantauan udara.
Secara keseluruhan, penanganan dampak gempa bumi NTT melibatkan 711 personel gabungan dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, BPBD, BMKG, PMI, Kementerian Perhubungan, Pelindo, Pelni, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat setempat.
Kantor SAR Maumere bersama seluruh potensi SAR terus melakukan pencarian, pertolongan, evakuasi, dan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak. Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan guna memastikan pengerahan personel dan sarana pendukung berjalan efektif serta mampu menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan bantuan.
Basarnas memastikan kesiapsiagaan personel, peralatan, dan sarana pendukung tetap terjaga selama operasi berlangsung. Dengan mengedepankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, seluruh unsur yang terlibat berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga masa tanggap darurat berakhir. (TJ)
Editor :Tri Joko
Source : Humas Basarnas